Skip to main content

Apa Itu Website, Domain, dan Hosting? Panduan Mudah untuk Pemula


Ketika mendengar istilah website, domain, dan hosting, mungkin sebagian orang langsung membayangkan sesuatu yang rumit.

Padahal, tiga istilah tersebut sebenarnya cukup mudah dipahami.

Kalau kita ingin membuat website sendiri, setidaknya kita perlu mengenal tiga bagian penting ini:

Website → Domain → Hosting

Lalu apa perbedaannya?

Mari kita bahas satu per satu dengan contoh sederhana.

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman digital yang dapat diakses melalui internet.

Website dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Contohnya:

  • Website sekolah
  • Website perusahaan
  • Blog pribadi
  • Toko online
  • Website berita
  • Portofolio
  • Forum komunitas
  • Website organisasi
  • Website layanan publik

Ketika kita membuka sebuah alamat website melalui browser, kita sebenarnya sedang meminta komputer atau server untuk mengirimkan halaman yang ingin kita lihat.

Misalnya Anda membuka:

londogodong.com

Browser akan menghubungi sistem yang menyimpan website tersebut dan kemudian menampilkan halaman yang tersedia.

Website Terdiri dari Apa?

Sebuah website dapat terdiri dari berbagai komponen.

Contohnya:

  • teks,
  • gambar,
  • video,
  • audio,
  • menu,
  • tombol,
  • formulir,
  • animasi,
  • dan berbagai elemen interaktif.

Di balik tampilan tersebut biasanya terdapat teknologi seperti HTML, CSS, JavaScript, database, dan server.

Namun pemilik website tidak harus memahami semuanya sejak awal.

Pemula dapat memulai dengan platform seperti Blogger atau WordPress yang sudah menyediakan berbagai fasilitas untuk membuat website.

Apa Itu Domain?

Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengakses sebuah website.

Contohnya:

londogodong.com

atau:

google.com

atau:

smpksantamaria2malang.sch.id  

Daripada mengingat alamat IP berupa angka, manusia menggunakan nama domain yang lebih mudah diingat.

Bayangkan sebuah rumah.

Jika rumah adalah website, maka alamat rumah dapat dianalogikan sebagai domain.

Jadi:

Website = rumah

Domain = alamat rumah

Analogi ini memang sederhana, tetapi cukup membantu untuk memahami konsep dasarnya.

Bagian-Bagian Domain

Sebuah domain dapat terdiri dari beberapa bagian.

Misalnya:

www.londogodong.com

Bagian www merupakan subdomain atau hostname yang secara historis sering digunakan untuk website.

Sedangkan:

londogodong

merupakan nama domain yang dipilih oleh pemiliknya.

Kemudian:

.com

disebut Top-Level Domain atau TLD.

Ada banyak jenis TLD.

Contohnya:

  • .com
  • .net
  • .org
  • .id
  • .co.id
  • .sch.id
  • .ac.id

Pemilihan domain sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan website.

Apa Itu Hosting?

Kalau domain adalah alamat, maka hosting dapat dianalogikan sebagai tempat untuk menyimpan website.

Hosting adalah layanan yang menyediakan sumber daya server agar file dan data website dapat disimpan serta diakses melalui internet.

Misalnya website memiliki:

  • file HTML,
  • gambar,
  • video,
  • database,
  • CSS,
  • JavaScript,

berbagai data tersebut membutuhkan tempat penyimpanan dan sistem server agar website dapat diakses.

Tempat tersebut dapat disediakan melalui layanan hosting.

Website, Domain, dan Hosting dalam Satu Analogi

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kita ingin membuka sebuah toko.

Website adalah toko yang dilihat oleh pelanggan.

Domain adalah alamat toko.

Hosting adalah tempat atau bangunan yang digunakan untuk menyimpan dan menjalankan toko tersebut.

Jika tidak memiliki alamat, pelanggan akan kesulitan menemukan toko.

Jika tidak memiliki tempat, toko tidak memiliki lokasi untuk menjalankan aktivitasnya.

Begitu juga dengan website.

Apakah Domain dan Hosting Harus Dibeli Bersamaan?

Tidak selalu.

Domain dan hosting merupakan dua layanan yang berbeda.

Kita dapat membeli domain dari satu penyedia dan menggunakan hosting dari penyedia lain.

Domain kemudian diarahkan ke server hosting menggunakan pengaturan DNS.

Bagi pemula, membeli domain dan hosting dari penyedia yang sama sering kali terasa lebih sederhana karena pengaturannya dapat lebih mudah.

Namun pengguna yang sudah memahami pengelolaan DNS dapat memilih layanan secara terpisah.

Bagaimana dengan Blogger?

Ini bagian yang menarik untuk pemula.

Jika menggunakan Blogger, kita tidak harus membeli hosting sendiri seperti ketika membuat website dengan server hosting mandiri.

Blogger merupakan platform blogging yang menyediakan infrastruktur untuk menjalankan blog.

Kita dapat menggunakan alamat seperti:

namablog.blogspot.com

atau menghubungkan Blogger dengan domain sendiri seperti:

namablog.com

Dalam kasus tersebut, kita tetap memiliki domain sendiri, tetapi tidak perlu mengelola server hosting Blogger secara manual.

Apa Perbedaan Blogger dan Hosting Sendiri?

Secara sederhana:

Blogger

Lebih mudah untuk pemula karena sebagian besar pengelolaan server dilakukan oleh platform.

Cocok untuk:

  • blog pribadi,
  • website informasi,
  • menulis artikel,
  • pemula yang baru belajar website.

Hosting sendiri

Memberikan kontrol yang lebih luas.

Cocok untuk:

  • website bisnis,
  • aplikasi web,
  • WordPress dengan banyak plugin,
  • sistem khusus,
  • pengguna yang membutuhkan kontrol server lebih besar.

Tidak berarti salah satu selalu lebih baik.

Pilihan tergantung kebutuhan.

Apa Itu SSL dan HTTPS?

Ketika mengakses website, kita sering melihat alamat seperti:

https://londogodong.com

Huruf HTTPS menunjukkan bahwa koneksi antara browser dan website menggunakan protokol HTTPS yang mengenkripsi komunikasi.

Biasanya website juga menggunakan sertifikat SSL/TLS.

Bagi website modern, penggunaan HTTPS sangat penting karena membantu melindungi komunikasi antara pengguna dan website.

Selain keamanan, browser juga lebih nyaman menampilkan website yang menggunakan HTTPS dibandingkan website yang masih menggunakan HTTP biasa.

Apa Itu Subdomain?

Subdomain adalah bagian tambahan dari sebuah domain utama.

Misalnya:

blog.londogodong.com

atau:

shop.londogodong.com

Domain utamanya adalah:

londogodong.com

Sedangkan blog atau shop merupakan bagian subdomain.

Subdomain dapat digunakan untuk memisahkan layanan atau bagian tertentu dari sebuah website.

Berapa Biaya Membuat Website?

Biaya website sangat bervariasi.

Jika menggunakan platform gratis seperti Blogger dengan alamat blogspot, biaya hosting dasar tidak perlu dibayar secara terpisah.

Namun jika ingin menggunakan domain sendiri, kita perlu membeli domain.

Jika menggunakan hosting mandiri, kita juga perlu membayar layanan hosting.

Biayanya bergantung pada:

  • jenis domain,
  • kapasitas hosting,
  • spesifikasi server,
  • lama berlangganan,
  • fitur yang diperlukan,
  • dan penyedia layanan.

Jadi, membuat website tidak selalu membutuhkan biaya besar.

Pemula bahkan dapat memulai dengan platform gratis terlebih dahulu.

Apakah Membuat Website Sulit?

Dahulu membuat website memang membutuhkan kemampuan teknis yang cukup tinggi.

Sekarang kondisinya berbeda.

Banyak platform menyediakan sistem yang memungkinkan orang membuat website tanpa harus menguasai pemrograman.

Namun memahami dasar HTML, CSS, domain, hosting, DNS, dan keamanan tetap sangat bermanfaat.

Dengan pengetahuan tersebut, kita tidak hanya bisa menggunakan website, tetapi juga memahami apa yang terjadi di baliknya.

Kesimpulan

Website, domain, dan hosting merupakan tiga konsep dasar yang penting dipahami ketika mulai belajar membuat website.

Website adalah halaman atau sistem digital yang dapat diakses melalui internet.

Domain adalah alamat yang digunakan untuk menemukan website.

Hosting adalah layanan server yang menyediakan tempat dan sumber daya untuk menjalankan website.

Dengan memahami tiga konsep tersebut, kita akan lebih mudah mempelajari dunia website.

Tidak perlu langsung menjadi ahli.

Mulailah dari hal sederhana seperti membuat blog, membeli domain, mengatur DNS, kemudian belajar HTML dan CSS secara bertahap.

Di Londogodong.com, pembahasan teknologi akan dibuat dengan bahasa yang sederhana agar pemula dapat belajar teknologi tanpa merasa harus menjadi ahli terlebih dahulu.


Artikel terkait

  • Apa Itu Internet dan Bagaimana Cara Kerjanya?
  • Blogger atau WordPress: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  • Apa Itu SEO? Penjelasan SEO untuk Pemula
  • Cara Membuat Blog dari Nol
  • Cara Mengamankan Website dari Ancaman Digital

Comments

© 2020 LondoGodong

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.