Arti Singkatan yang Digunakan dalam Bursa Saham

Istilah-istilah dan singkatan di perusahaan yang banyak digunakan dalam Bursa Saham, antara lain:

1. YoY adalah singkatan dari "Year-over-Year
Artinya perbandingan atau perhitungan suatu data atau kinerja dari tahun ke tahun. Dalam konteks perusahaan, YoY sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan atau penurunan kinerja perusahaan dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya. Dalam pengukuran YoY, data atau kinerja perusahaan pada tahun sebelumnya menjadi patokan atau dasar perbandingan untuk mengevaluasi performa perusahaan pada tahun yang sedang berjalan.

2. MoM adalah singkatan dari "Month-over-Month
Artinya perbandingan atau perhitungan suatu data atau kinerja dari bulan ke bulan. Dalam konteks perusahaan, MoM sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan atau penurunan kinerja perusahaan dari bulan sebelumnya ke bulan berikutnya. Dalam pengukuran MoM, data atau kinerja perusahaan pada bulan sebelumnya menjadi patokan atau dasar perbandingan untuk mengevaluasi performa perusahaan pada bulan yang sedang berjalan. MoM seringkali digunakan dalam perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan, karena dapat membantu memperkirakan tren atau pola kinerja perusahaan secara lebih terperinci.

3. NII (Net Interest Income) 
Adalah istilah keuangan yang mengacu pada selisih antara pendapatan bunga yang diterima oleh suatu perusahaan atau lembaga keuangan dari investasi atau pinjaman dan biaya bunga yang dibayarkan untuk meminjamkan uang atau membiayai investasi. NII umumnya dihitung sebagai selisih antara pendapatan bunga dan bunga beban pada suatu periode waktu tertentu, seperti per bulan atau per kuartal. NII adalah salah satu ukuran kinerja keuangan penting bagi perusahaan atau lembaga keuangan, terutama yang bergerak dalam bidang perbankan atau keuangan. Ini karena NII mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan bunga dan mengelola risiko kredit dan suku bunga dengan efektif. Oleh karena itu, NII sering digunakan sebagai salah satu indikator kinerja utama untuk mengevaluasi kesehatan keuangan suatu perusahaan atau lembaga keuangan.

4. NIM (Net Interest Margin)
Adalah rasio keuangan yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bunga dari aset produktifnya. NIM dihitung dengan membandingkan selisih antara pendapatan bunga yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan biaya bunga yang harus dibayarkan untuk menghimpun dana (seperti deposito dari nasabah atau pinjaman dari bank sentral), dengan total aset produktif yang dimiliki oleh perusahaan.YTD (Year-to-Date) adalah singkatan dari "dari awal tahun hingga saat ini" yang digunakan untuk menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu, mulai dari awal tahun sampai dengan tanggal tertentu pada tahun tersebut.
Jadi, NIM YTD perusahaan mengacu pada rasio NIM perusahaan yang dihitung dari awal tahun hingga tanggal tertentu pada tahun tersebut. Hal ini dapat memberikan gambaran tentang efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bunga dari aset produktifnya selama periode waktu tersebut. NIM YTD dapat digunakan sebagai salah satu indikator kinerja keuangan yang penting bagi perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang perbankan atau keuangan.

5. PPOP (Profit Before Operating and Production Costs)
Adalah istilah keuangan yang mengacu pada keuntungan perusahaan sebelum memperhitungkan biaya operasional dan produksi yang dikeluarkan dalam proses bisnisnya. PPOP dihitung dengan mengurangi total pendapatan perusahaan dengan biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi atau menjalankan bisnis. Biaya operasional dan produksi yang dikeluarkan setelah menghitung PPOP termasuk biaya seperti gaji karyawan, sewa, listrik, bahan baku, dan biaya operasional lainnya. PPOP dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dari kegiatan bisnis utamanya, tanpa mempertimbangkan biaya-biaya operasional dan produksi yang dikeluarkan dalam proses bisnis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi keuntungan bersih sebelum mempertimbangkan biaya operasional yang dikeluarkan dalam proses bisnis. PPOP dapat digunakan sebagai salah satu indikator kinerja keuangan yang penting untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari operasi bisnis utamanya.

6. CoC (Cost of Capital) YTD (Year-to-Date)
Adalah istilah keuangan yang mengacu pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan modal atau dana yang dibutuhkan dalam bisnisnya. CoC YTD perusahaan mengukur biaya modal selama periode waktu tertentu, biasanya dari awal tahun hingga saat ini.Biaya modal dapat mencakup biaya bunga pada pinjaman, dividen yang dibayarkan pada saham preferen, dan biaya kompensasi untuk investor yang memberikan dana dalam bentuk ekuitas. CoC biasanya dihitung sebagai persentase yang mewakili rata-rata biaya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan.CoC YTD perusahaan digunakan sebagai indikator kinerja keuangan yang dapat membantu mengevaluasi efektivitas perusahaan dalam memperoleh dana dan mengelolanya secara efektif. Jika CoC YTD perusahaan meningkat, hal ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan lebih banyak modal untuk mendanai operasi bisnisnya atau bahwa biaya modal yang dikeluarkan oleh perusahaan meningkat. Oleh karena itu, CoC YTD perusahaan adalah salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

7. FY23 adalah singkatan dari "Fiscal Year 2023"
Mengacu pada periode waktu selama satu tahun fiskal yang dimulai pada tanggal 1 April 2022 dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2023. Setiap perusahaan memiliki tahun fiskal yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan perusahaan dan aturan yang berlaku di negara atau wilayah tempat perusahaan beroperasi.Penggunaan singkatan FY23 sering digunakan dalam laporan keuangan dan presentasi perusahaan untuk mengidentifikasi periode waktu tertentu dalam analisis kinerja keuangan. Selama periode FY23, perusahaan akan menghasilkan pendapatan, biaya, dan laba yang akan diumumkan melalui laporan keuangan. Kinerja keuangan selama periode ini dapat memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan dan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik di masa depan.

8. LDR (Loan to Deposit Ratio) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan meminjam uang dari bank dan lembaga keuangan lainnya, dibandingkan dengan simpanan yang diterima dari nasabah. Rasio LDR dapat dihitung dengan membagi total pinjaman perusahaan dengan total simpanan yang diterima dari nasabah.Rasio LDR biasanya digunakan oleh bank dan lembaga keuangan lainnya untuk menentukan seberapa banyak uang yang dapat dipinjamkan kepada nasabahnya. Semakin tinggi rasio LDR, semakin besar kemungkinan bank atau lembaga keuangan tersebut mengalami risiko likuiditas atau risiko gagal bayar.Untuk perusahaan non-keuangan, LDR mungkin tidak selalu relevan atau dihitung dengan cara yang berbeda, tergantung pada jenis bisnis dan sektor industri. Namun, pengukuran rasio LDR dapat memberikan gambaran tentang seberapa bergantungnya perusahaan pada pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya untuk mendanai operasi bisnisnya. Hal ini dapat menjadi faktor penting dalam evaluasi risiko keuangan dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik di masa depan.


0 $type={blogger}:

Post a Comment

Terima kasih atas komennya