Pandemi Memunculkan Gap Pendidikan



Pendidikan Indonesia selama pandemi mendapat sorotan dari media asing. Berita yang ditayangkan menggambarkan kesulitan siswa mengikuti pembelajaran online. Siswa harus bersusah payah untuk medapatkan koneksi internet, beberapa dari mereka harus pergi keatas bukit atau memanjat pohon hanya untuk dapat mengakses sinyal internet. Para gurupun harus rela menempuh jarak yang jauh demi dapat menyampaikan pembelajaran secara langsung kepada siswa.

New York Times memberitakan bahwa banyak keluarga tidak mampu membeli paket data yang dibutuhkan anaknya untuk mengakses materi. Ada pula dalam satu keluarga hanya memiliki satu handpone yang harus dipakai untuk bersama-sama. Hilarius Dwi Ari Setiawan siswa SMP kelas 8 anak seorang petani yang harus berdiri di dapur selama pelajaran karena jika bergeser sinyal akan hilang.

Pandemi memang memunculkan gap pendidikan antara kota dan pinggiran, namun kebijakan pemerintah diharapkan mampu memberi solusi. Seperti yang dikutip New York Times, 

The ministry, Mr. Nadiem said, has simplified curriculums, abandoned the standardized national exam and authorized school principals to use operating funds to pay for students' internet access

bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penyenderhanaan kurikukulum, mengabaikan standar ujian nasional bahkan menghilangkannya dan memberikan kewenangan sekolah-sekolah untuk menggunakan biaya operasional sekolah untuk membantu siswa mengakses internet.


0 komentar:

Post a Comment

Komentar yang manis yah