Siswa Indonesia Tertinggi dalam Menggunakan Teknologi

Cambridge Internasional mengumumkan hasil sensus global tentang pedidikan dan hasilnya sangat mengejutkan. Seperti yang dilansir dari halaman web Cambridge Internasional, ternyata siswa-siswa Indonesia menyukai teknologi, bukan hanya media sosial saja.
Penelitian yang dirilis pada bulan November kemarin, mengungkapkan bahwa pelajar Indonesia adalah salah satu pengguna teknologi tertinggi di dunia dalam pendidikan. Mahasiswa Indonesia juga paling bersemangat untuk menjadi pengusaha, dibandingkan dengan rekan-rekan global mereka. Cambridge Internasional bagian dari University of Cambridge melakukan studi global komprehensif pertama yang membantu menunjukkan kehidupan di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Mulai dari siswa berusia 12-19 dan para guru.
Di Indonesia, 502 siswa dan 637 guru mengambil bagian dalam survei. Sensus menemukan bahwa siswa Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas lebih dari banyak negara lain, sering mengalahkan negara yang lebih maju. Pelajar Indonesia adalah yang tertinggi secara global dalam penggunaan IT atau ruang komputer (40%). Mereka juga yang tertinggi kedua di dunia karena menggunakan personal komputer/desktop  (54%), setelah Amerika Serikat. Lebih dari dua pertiga siswa Indonesia (67%) menggunakan smarth phone di kelas, dan bahkan lebih banyak menggunakannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka (81%).
Pelajar Indonesia tertinggi hampir menyamai Amerika Serikat dalam menggunakan laptop untuk mengerjakan pekerjaan rumah, 84%, dibandingkan dengan 85% di AS. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika jumlah pengguna internet mengalami lonjakan mencapai 143,26 juta pada tahun 2017.
Hasil Sensus Cambridge Internasional


Sensus ini mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan juga menggunakan teknologi. Seperti yang dikatan kepala pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan, Gatot Pramono bahwa teknologi sangat penting dalam pendidikan dengan bantuan teknologi, guru dan institusi dapat lebih efisien mengelola materi dan lebih fokus pada pembentukan karakter siswa, dan menginspirasi minat dan pemikiran kritis melalui ruang kelas interaktif. Pemerintah juga beralih ke teknologi untuk memberikan lebih banyak orang akses ke pendidikan, melalui inisiatif seperti kursus online. Bahkan ujian yang berskala nasional juga menggunakan teknologi.

0 komentar: