Menimba Ilmu dari Falsafah Kopi

Pada tanggal 14 April 2014 penulis mendampingi siswa kelas 8 dalam studi tour. Tempat yang dituju adalah candi Singosari dan pabrik kopi PT. Andrico. Sebenarnya rencana awal adalah candi Singosari dan pabrik textile, karena alasan demo karyawan pabrik maka rencana berubah ke pabrik kopi.

Seluruh siswa yang berjumlah enam kelas terbagi dalam 5 bus. Kali ini bus yang digunakan adalah bus Wijaya Putra malang. Rombongan berangkat pada pukul 7.30 dan sampai di candi Singosari pukul 8.15. Untuk cerita candi akan dibahas pada topik lain karena penulis akan bercerita tentang kopi. Kan, sekarang lagi hangat-hangatnya cerita filmnya Cicho Yeriko tentang Falsafah Kopi.
Ok, kini rombongan siswa tiba di pabrik kopi PT. Andrico yang berada di daerah Karangploso kabupaten Malang. Daerahnya agak terpencil dan berada pada dataran tinggi. Saat masih didalam bus, bau nikmat kopi menyeruak ke lubang hidung. Bunyi endusan sayup-sayup terdengar dan tampak para siswa menggoyangkan hidung mereka. Tak salah, kopi memang menggairahkan, dari baunya saja sudah memikat apalagi ketika rasanya mulai menyebar di rongga mulut kita.
Setelah turun dari bus para pendamping termasuk penulis mengarahkan para siswa untuk berbaris teratur dan mendengarkan pengarahan dari manajer pabrik. Beliau mengatakan sangat senang dengan kedatangan siswa sekolah karena pabrik dapat membagikan pengalaman mereka dalam proses pembuatan dan pemasaran kopi.
Para siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan pak manajer. Diawali dari sejarah kopi yang merupakan minuman para bangsawan selain teh dan wine. Maka saat penjajahan belanda, rakyat biasa dilarang meminum kopi hanya para bangsawan saja yang boleh menikmatinya. Ternyata itu yang sampai sekarang menyebabkan kliru dalam memandang kopi, yaitu hanya orang dewasa saja yang boleh minum kopi. Masih menurut sang manajer, padahal di negara-negara maju banya anak kecil yang minum kopi. Mereka lebih aktif karena pengaruh kandungan kafein dalam kopi. Tentu dalam keaktifan mereka memperoleh banyak pengalaman hidup.
Pada sesi tanya jawab, siswa menanyakan apakah benar kopi dapat menyebabkan sakit jantung. Sekali lagi pak manajer menegaskan bahwa kopi tidak berefek atau menimbulkan sakit jantung. Sebenarnya orang yang sudah mengidap jantung atau darah tinggi memang tidak diperkenankan minum kopi karena dapat menyebabkan sakit jantungnya makin parah.
Kopi sendiri terdiri dari 2 macam yaitu kopi Arabica dan Robusta. Kedua kopi tersebut banyak dikonsumsi dan diperjual belikan. Kopi Arabica termasuk kopi yang paling digemari karena rasanya paling enak. Dibawah kopi Arabica ada kopi Robusta. Harga kopi Robusta lebih murah dibanding Arabica. Pak manajer menerangkan bahwa ada satu lagi jenis kopi yaitu kopi Excelsa. Kopi ini unik karena dapat tumbuh didataran rendah dan tinggi. Pohonnya yang tinggi serta daunya yang lebar menunjukkan jenis ini rakus akan sumber makanan. Makanya dapat merusak tanaman lain sehingga petani kopi jarang menanam jenis ini.
Pertanyaan bagus juga muncul, ketika siswa menanyakan posisi kopi produksi di Indonesia. Pak Manajer menjelaskan bahwa untuk produksi tertinggi adalah negara Brazil, kemudian Kolumbia disusul Indonesia dan Vietnam. Namun dua tahun lagi Indonesia akan disalip oleh Vietnam karena pada saat sekarang banyak investor dari Italy yang menanamkan modalnya pada sektor ladang kopi. Dua tahun lagi Vietnam akan panen besar-besaran dan Indonesia akan tergeser di posisi ke empat.
Setelah hampir 1 jam penjelasan, rombongan siswa diperkanankan berkeliling pabrik untuk melihat proses pengolahan kopi sampai menjadi bubuk kopi siap seduh. Pabrik Andrico sendiri memasarkan dalam bentuk biji yang sudah masak, bubuk kopi murni, dan kopi 3 in one alias kopi susu. Akhir dari berkeliling siswa disuguhi kopi susu panas. Penulis mencoba mencicipi wuih...nikmat bro. Diselimuti hawa dingin kabupaten Malang kopi mengalir halus dari mulut menuju kerongkongan..."Ipok Kane Sam.."



0 komentar: