Unfair Competition Citra Buruk Pendidikan

Beberapa hari yang lalu aku dan teman guru menyiapkan siswa ekstra komputer untuk mengikuti lomba desain grafis Photo. Persiapan dilakukan dengan melihat kreteria lomba seperti komposisi, tema dan kerumitan. Para siswa antusias dan bagus juga karya mereka saat latihan.

Pada saat lomba dilaksanakan di sekolah SMK swasta tertentu di kota Malang ternyata peserta ada 24 siswa yang terdiri dari SMP sekolahku 16 siswa dan 8 siswa dari sekolah yang masih satu yayasan dengan penyelenggara. Nah saat itu aku mulai merasa ada ketidakberesan, pertama juri guru sekolah tersebut, kedua ada peserta masih satu yayasan dengan penyelenggara.
Ketika pengumuman hasil lomba, benar saja ternyata sekolah yang masih satu yayasan dengan penyelenggara juara 1 dan 2. Keputusan juri juga beda dengan kreteria di proposal yang mereka berikan. Juri mengatakan bahwa pemenang atau juara 1 desainnya sederhan. So, bagaimana dengan kreteria kerumitan??
Selesai pengumuman lomba para muridku pada berkeluh kesah, "Pak kok yang menang sekolahnya sama pak dengan penyelenggara, trus katanya juri waktu workshop dinilai kerumitannya kok yang menang yang simple pak".
Aku coba menenangkan anak didikku, "Sabar ya nak, hasilmu bagus kok nanti kita ikut lomba di tempat lain yang jelas kreteria lombanya dan jurinya yang kredibel". "Tetap semangat ya.."
Berikut hasil lomba muridku yang aku minta dari panitia:














0 komentar: